Media Reportase Tipikor: Terkait Pemberitaan di Media Online Bedahnews.com, Dugaan Pungli di SMP Negeri 3 Satu Atap Halaban Ternyata Salah Paham
Breaking News Portal

Wednesday, February 26, 2020

Terkait Pemberitaan di Media Online Bedahnews.com, Dugaan Pungli di SMP Negeri 3 Satu Atap Halaban Ternyata Salah Paham



Langkat, mediareportasetipikor.com - Terkait pemberitaan di Media Online Bedahnews.com, tentang dugaan pungli di SMPN 3 Satu Atap Halaban Kecamatan Besitang, tim media, dan pengurus Ketua DPD LSM GAPOTSU Kabupaten Langkat beserta orang tua siswa mengkonfirmasi tentang permasalahan pemberitaan di media sosial tersebut.

Di mana wartawan bedahnews.com tidak dapat ke bertemu dengan Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Halaban, Drs Basry Sitorus hanya melalui guru kelas Nampe Lingga yang tidak mengerti tentang pengunaan dana yang telah disepakati dengan komite sekolah.

Oleh karena itu tim Media Reportase Tipikor dan Ketua DPD LSM GAPOTSU (Gabungan Pemerhati Orang Tertindas Sumatera Bagian Utara), Kabupaten Langkat, bersama orang tua siswa, Rabu (26/02/2020) menemui Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Halaban di ruang kerjanya, Drs Basry mengatakan, adapun yang kita lakukan adalah kebijakan kebersamaan dengan orang tua siswa Kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 3 Satu Atap Halaban Kecamatan Besitang.

Di mana waktu itu kami memaparkan program program untuk kemajuan SMPN 3 Satu Atap Halaban, termasuk untuk bagaimana melaksanakan UNBK berbasis komputer secara mandiri, yang dimana selama ini, siswa kita menumpang SMK Swasta Triguna, kemudian siswa kita menumpang di SMP Swasta Muhamadiyah Pangkalan Berandan. Puji syukur tahun ini mudah-mudahan UNBK mandiri akan diadakan di sekolah ini,”tuturnya.

Lanjutnya, biaya sebagian untuk menservis kerusakan-kerusakan alat komputer, kita, CPU nya, monitor oleh karena itu kami bersama komite membangun kebersamaan menyumbang seikhlas hati, minimal Rp30 ribu. Itu sudah kami bangun setahun yang lalu dengan musyawarah dan mufakat dengan rapat komite sekolah, kami untuk meminta keikhlasan sebesar Rp30 ribu.

 Ketika ada orang tua  siswa yang tidak mampu,kami secara jujur dan kemanusiaan, saya tidak pernah mengatakan kepada anggota atau guru untuk memaksa, mengutip dana tersebut.

Apabila ada orang tua siswa tersebut datang menyampaikan hal itu kepada saya, tetap saya bantu, saya akan memberikan bingkisan pakaian baju olahraga dan baju batik,”tegas Kepsek.

Mendengar penjelasan adn keterangan di ruang kerja Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Halaban, Drs Basry Sitorus, salah satu orang tua siswa, EW mengatakan, baiklah Pak Basry, kalau begitu atas penjelasannya untuk meningkatkan mutu pendidikan anak kami, dengan diadakan les tambahan, UNBK berbasis komputer secara mandiri di sekolah ini, berarti anak kami tidak lagi menumpang ke sekolah swasta lain, biaya ongkos ke Pangkalan Brandan, baik fhoto dan les ujian Nasional UNBK.

Ini rupanya sangat membantu kami, demi majunya dan sukses simulasi UNBK berbasis komputer minggu depan, jika demikian kami selaku orang tua siswa tidak keberatan atas kebijakan pihak sekolah tersebut. (Tim)