Media Reportase Tipikor: Hasrul SP MP : CPO, Kopi dan PKE Penyumbang Inkam Terbesar Hasil Ekspor
Breaking News Portal

Sunday, September 22, 2019

Hasrul SP MP : CPO, Kopi dan PKE Penyumbang Inkam Terbesar Hasil Ekspor


Deli Serdang, mediareportasetipikor.com - Balai Besar Kantor Karantina Pertanian Belawan bekerjasama dengan perusahaan eksportir komuditas hortikultural melakukan kegiatan ekspor yang dikemas dalam suatu gerakan bersama ekspor produk pertanian menuju Indonesia lumbung pangan dunia 2045 komunitas pertanian.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di area PT Agrosari Sentraprima dengan alamat Dusun X RT073/023 Kelurahan Marendal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (22/9/2019) sekira pukul 10.30 Wib.

Hadir dalam kesempatan itu,Kadis Pertanian Kabupaten Deli Serdang Ir Syamsul Bahri, MA Kepala Badan Karantina Pertanian Ir Ali Jamil, MP Ph.D, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Hasrul, SP MP, perwakilan dari DJBC Provinsi Sumut Djafar, perwakilan BI provinsi Sumut Yura Djalius, dari perwakilan BICT Carles Sirait, Dinas TPH Sumut M Juwaini, serta para undangan lainnya.

Dalam wawancara eksklusif dengan sejumlah wartawan, Hasrul, SP MP Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan menjelaskan kegiatan sertifikasi ekspor baik Eropa, Amerika dan Asia jumlah keseluruhan ekspornya mencapai 37 Miliyar. "Yang kita ekspor saat ini komuditas - komuditas hortikultural selain itu dalam rilis kami juga ada komuditas kopi,PKE dan CPO yang terbesar memberikan inkam hasil ekspor," sebut Hasrul.

Ditambahkannta,dalam satu tahun jumlah nilai ekspor mencapai 9,5 Triliyun sampai dengan bulan september dengan kegiatan ekspor dari bulan Januari 2019. "Dari Januari sampai September 2019 dengan jumlah 147 perusahaan yang terdaftar di kantor Karantina Belawan,"imbuhnya.

Lanjut Hasrul,dari komuditas CPO,karet dan kopi khusus hari ini ekspor komuditas hortikultural. Dan dari komuditas penyumbang terbanyak yakni CPO dan kopi. Prihal bahwasanya Karantina Belawan mengintensifkan perusahaan penyumbang nilai ekspor tertinggi, Hasrul menyebutkan Karantina Belawan tidak pernah memberikan intensif tersebut, akan tetapi Karantina Belawan memberi kemudahan kepada pelaku perusahaan ekspor.

"Karantina Belawan dengan memberikan aplikasi "One Klik One Go" itu sudah mempermudah para pengguna jasa. Tidak perlu lagi pengguna jasa datang ke kantor Karantina, cukup di rumah atau di kantor pengguna jasa bisa melakukan pendaftaran untuk sertifikasi barang yang ingin diekspor. Tinggal masuk ke sistem kami,maka kami dari Karantina Belawan akan melakukan tindakan sertifikasi,"urainya.

Dulu pertama kali saya baru bertugas di kantor Karantina Belawan rata - rata para pelaku eksportir datang ke kantor Karantina ada yang sampai tiga sampai empat kali untuk sertifikasi komuditas barang yang ingin diekspor dan berkas sampai menumpuk dibagian pelayanan.

"Alhamdulillah dalam satu bulan ini sudah dapat teratasi. Tidak perlu lagi para eksportir tiga sampai empat kali mondar - mandir untuk sertifikasi ke kantor Karantina Belawan,"terangnya. Kemudian kantor Karantina Belawan ada juga membuka pelayanan perioritas,yang akan diberikan kepada para pengguna jasa yang patuh setiap melakukan ekspor barang.

Kemudian Karantina Belawan juga ada memberikan pelayanan "Iline Ispection", artinya tidak ada lagi pemeriksaan setiap ada permohonan sertifikasi barang yang akan di ekspor. Akan tetapi Karantina Belawan cukup melakukan monitoring saja. Mungkin untuk lima kali pengiriman barang baru satu kali Karantina melakukan pemeriksaan.

Kemudian Karantina Belawan juga melakukan peninjauan langsung ke daerah - daerah dalam rangka memotifasi masyarakat untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas pertanian agar selama lancar proses ekspor berlangsung.





Berikutnya, untuk perbandingan data ekspor dari tahun 2018 sampai dengan bulan September 2019 sudah ada 25% peningkatan dengan penambahan jumlah negara sebanyak 7 negara tujuan ekspor dengan total menjadi 24 negara tujuan ekspor dari sebelumnya yang hanya 17 negara saja.

Terakhir Hasrul menjelaskan,"salah satu negara tujuan ekspor komuditas terbesar yakni Vetnam dengan pengiriman komuditas buah nanas,pepaya dan durian. Sampai saat ini Karantina Belawan mencatat data ekspor sampai per September 2019 sudah mencapai 148% untuk komuditas ekspor terbanyak kopi dan CPO," tutup Hasrul dalam wawancaranya.
Liputan Khusus : Abdul Halil, SE