Monday, May 6, 2019
Korban Banjir Bandang Samosir Dimakamkan
Samosir, mediareportasetipikor.com - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir memastikan penyebab bencana banjir bandang di Desa Buntu Mauli dan Rassang Bosi, Kecamatan Sitio-tio, pada Jumat (03/05) sekitar pukul 16:00 WIB, akibat curah hujan tinggi.
Sejauh ini berdasarkan data dan fakta yang dihimpun oleh BPBD , faktor utama penyebab terjadinya bencana banjir adalah curah hujan tinggi di Dolok Sigale-gale.
"Bencana banjir bandang karena intesitas hujan yang tinggi di lokasi itu. Mengakibatkan lima rumah penduduk mengalami rusak dan satu orang meninggal dunia dan telah ditemukan Sabtu siang sekitar pukul 12.30 WIB," beber Kepala BPBD Kabupaten Samosir, Mahler Tamba saat dihubingi andalas, Sabtu (04/05).
Dikatakan, debit air yang tinggi berdampak langsung dengan rusaknya rumah penduduk yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS).
"Banjir bandang ini mirip dengan peristiwa banjir bandang di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sianjur Mula-mula. Dimana ditemukan material batu, lumpur dan ranting pohon," ungkapnya.
Mahler tak mau terlampau jauh mengomentari jika banjir bandang ini dikaitkan dengan kerusakan lingkungan seperti pembalakan liar.
"Tugas saya jelas ya, mengevakuasi penduduk yang terdampak bencana hingga mencari korban meninggal lalu memberi bantuan sandang dan pangan. Saya ya, tak mau mengomentari yang lain-lain selain tupoksi dari BPBD," jelas Mahler.
Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan, jajarannya telah melakukan langkah-langkah fokus pencarian korban dengan bantuan alat berat hingga korban ditemukan. Pendirian dapur umum dan pendirian tenda darurat bagi korban yang terkena dampak dan mendrop kebutuhan penting, seperti makanan, pakaian dan kebutuhan pokok lainnya.
Untuk mengantisipasi banjir susulan telah dilakukan normalisasi aliran sungai sebagai tindakan pencegahan dan menghalau rasa cemas masyarakat dan memberikan semangat kepada masyarakat.
Untuk diketahui tim SAR menemukan satu jenazah korban banjir bandang di daerah Rassang Bosi, Desa Buntu Mauli, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatra Utara, Sabtu (4/5) sekira pukul 12.10 WIB. Korban bernama Tiarma br Situmorang (65), warga Rassang Bosi.
Petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI dan Polri, serta relawan menemukan jenazah korban di bawah timbunan tanah dan batuan sekitar rumahnya. Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga dengan disambut isak tangis.
Sebelumnya, banjir bandang disertai hujan es menerjang dua dusun di Desa Buntu Mauli, Kecamatan Sitiotio, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Jumat (3/5).
Kepala Desa Buntu Mauli, Kawan Situmorang mengatakan, banjir dan badai disertai hujan es yang menerpa desanya, juga menerjang pekuburan umum. "Selain korban meninggal, luka parah, kerusakan pemukiman, kerusakan lahan lahan pertanian, ada juga jembatan yang rusak," katanya, Minggu (5/5).
Selain menewaskan seorang warga, banjir bandang juga merusak rumah dari Kasmar Sinaga (A Dewi), Berto Sinaga (A Rajes), N Marlina Sinaga, Julu Tamba (Op Santa), Anto Sinaga (A.Harapan), Jamatan Sinaga (A Linsa), diduga istrinya mengalami patah tulang. Kemudian, Dan Londut Manulang (Op Lamria). Sedangkan satu warga yang hilang telah berhasil di evakuasi dari dalam lumpur yakni Tiaman (Op Santa Br Situmorang).
Minggu (06/05) siang korban meninggal Tiaman boru Situmorang telah dikebumikan di pemakaman keluarga setelah lebih awal dilaksanakan kebaktian dan prosesi adat. Untuk diketahui, bencana banjir bandang di Desa Buntu Mauli sudah pernah terjadi pada tahun 2010 lalu. Hingga kini korban yang hilang diduga dibawa arus sungai belum ditemukan. Sehingga pihak keluarga melakukan tabur bunga di tepian Danau Toba. (tim)
